Mungkin kita pernah mengonsumsi atau mendengar apa itu Gula Semut. Bagi kamu yang belum tahu apa itu Gula Semut, jangan berpikiran jika gula ini terbuat dari semut, atau mungkin gula yang banyak semutnya. Gula Semut merupakan nama lain dari gula granule atau gula kristal untuk jenis gula kelapa dan gula aren.

 

Eksportir Gula Semut Kelapa

Gula bersemut

Kenapa Dinamakan Gula Semut?
Penamaan gula semut hanya berlaku bagi gula merah yang berbentuk kristal / granul. Karena dari bentuknya yang berwarna kuning kecoklatan, gula kelapa granul dalam jumlah banyak akan terlihat seperti sarang semut yang berada diatas tanah. Hal ini menjadi awal mula kenapa gula kelapa / gula aren granul atau kristal dinamakan sebagai gula semut. Gula krtistal/semut terbuat dari nira kelapa atau aren yang diproses sedemikian rupa hingga menjadi serbuk kristal.

 

Bagaimana gula semut dihasilkan?
Gula merah semut merupakan gula merah yang memiliki bahan baku utama yang sama dengan gula kelapa berbentuk cetak ataupun sirup, yaitu nira kelapa atau aren. Awalnya, nira kelapa yang sudah dipanen oleh petani dimasak sampai mendidih dan mengental. Setelah mengental, nira yang masak akan menjadi gula cair kental yang siap untuk dicetak (untuk gula cetak) atau diproses lagi dengan menambahkan air untuk menjadi gula sirup. Nira kelapa kental akan didiamkan menjadi gumpalan gula padat. Gula tersebut kemudian dihancurkan dan disaring menggunakan ayakan, hingga menghasilkan serbuk halus, serbuk gula halus inilah yang dinamakan sebagai gula semut. Fungsi dari ayakan tidak hanya memecah padatan gula, namun juga menyaring kotoran/endapan gula yang muncul dari proses memasak nira.

 

Apakah sama baiknya dengan gula cetak dan gula cair?

Gula semut berbahan baku yang sama dengan gula cetak dan gula cair. Namun dalam pemrosesannya, gula semut memiliki perbedaan dengan gula cetak dan gula cair. Saat diposes, Gula semut tidak mengalami penambahan bahan-bahan lainnya. Gula Semut memiliki kadar air yang sedikit daripada bentuk gula lainnya, karena gula semut mengalami proses pengeringan alami hingga berbentuk serbuk kering dan padat. Gula cetak mengalami pengendapan yang maksimal sehingga masih memiliki kadar air yang cukup tinggi, khususnya untuk menjaga kesolidan bentuk cetakan. Sedangkan untuk gula cair biasanya akan ditambahkan air dalam jumlah tertentu sehingga dapat berbentuk menyerupai sirup. Hal ini bertujuan untuk mencegah proses pemuaian yang menyebabkan cairan gula menjadi mengeras. Gula semut memiliki keunggulan yang tidak dimiliki bentuk gula lain, karena bentuknya serbuk gula semut mudah diaplikasikan ke berbagai jenis makanan dan minuman. Baik sebagai topping, isian maupun campuran bahan baku. Penggunaannya yang praktis menjadikan banyak orang lebih menyukai gula semut.

 

Kekurangan gula semut

Mungkin banyak sekali kelebihan gula semut daripada jenis bentuk gula lain. Namun, bukan berarti gula semut tidak memiliki kekurangan. Gula dalam bentuk serbuk akan lebih mudah lembab dan mencair apabila disimpan pada suhu yang panas diatas suhu ruang normal. Oleh karena itu, jika kita memiliki gula semut, maka sebaiknya disimpan pada tempat kering, tertutup dan pada suhu ruang ya.

Artikel : Ery Lukman Handsome

 

You may also like...

Scroll Up